Alibi Senja

Karya: Lencana Langit

“Senja bukanlah virulen, Kawan
Hanya tudung jumantara yang dapat kita kendalikan
Elusif memang, tapi aku suka
Dan perkara renjana, anggap saja swastamita,”
Begitu kataku, lalu kau sambut dengan tawa

Usai seharian tegak menantang mentari
Berkawan bisikan bayu turut menyinyiri
Lelah menjelma bunga rampai yang kerap terabai
Juga jelaga yang dengan mudah tersapu misteri
Maka biarkan,
Kujamah tiap inchi merah-jinggamu yang merona tiba-tiba
Tanpa perlu lagi bicara soal lengkara
Kita tak akan pernah saling menjauh
Bukankah berkawan tak perlu rupa cemeti dewa?

Muka Bumi, 09-10-2022

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Cara Membedakan Objek dan Pelengkap pada Kalimat

Kajian Sintaksis: Frasa dalam Pembentuk Kalimat Bahasa Indonesia pada Kehidupan Sehari-Hari

Cara Membedakan Kalimat Majemuk Setara dengan Kalimat Majemuk Bertingkat