Perbedaan Kalimat Majemuk dengan Kalimat Tunggal

Penulis: Apriyanti

Dalam kalimat kompleks, klausa fungsional yang terhubung satu sama lain membentuk unit makna yang kohesif Kridalaksana ( 1987: 94 ) menjelaskan bahwa koneksi klausa non fungsional dapat membuat lebih sulit untuk dipahami Chaer ( 2014 ) dan Prasetyo ( 2009) mengklasifikasikan kalimat menjadi dua jenis: sederhana dan kompleks Kalimat sederhana atau kalimat deklaratif hanya terdiri dari satu klausa sementara kalimat kompleks atau kalimat imperatif memiliki lebih dari satu klausa Perbedaan utama di antara mereka adalah jumlah klausa dan kompleksitas struktur kalimat

 Contoh kalimat 1 : Rani Bermain Boneka

Dlam kalimat tersebut terdapat satu klausa yaitu Rani Bermain.

Rani = Subjek

Bermain = Predikat

Boneka = Objek 

Dalam kalimat tersebut dikatakan kalimat tunggal karena memiliki  satu klausa.

Contoh Kalimat 2 : Nuri membeli cabai ketika ibunya memasak

Dalam kalimat tersebut terdapat dua klausa yaitu Nia membeli dan Ibunya memasak

Nia = Subjek

Membeli = Predikat

Ibunya = Subjek

Memasak = Predikat

Antara dua klausa tersebut dihubungkan dengan konjungsi yaitu konjungsi KETIKA , maka dalam kalimat tersebut dinamakan kalimat majemuk.

 Dalam kalimat majemuk juga terdapat tiga jenis yaitu kalimat majemuk koordinatif/setara, kaimat majemuk suboordinatif/bertingkat  dan kalimat  majemuk kompleks/campuran.

Konjungsi koordinasi pertama sama dengan konjungsi koordinasi kedua karena klausa memiliki tingkat status yang sama yang berfungsi sebagai koneksi antara klausa terkoordinasi pertama dan kedua

Contoh kalimat : Dia datang dan berdiri disebelah saya

Dalam kalimat tersebut terdapat dua klausa yaitu dia datang dan dia berdiri, lalu kata hubung yang digunakan yaitu konjungsi koordinatif berupa dan. antar klausa tersebut memiliki kedudukam yang sama /setara, sehingga disebut kalimat majemuk koordinatif majemuk setara.

Yang kedua Klausa subordinatif klausa adverbial dengan peringkat status yang tidak sama adalah klausa yang memiliki posisi atau peringkat yang berbeda dalam sebuah kalimat Dengan kata lain antar klausa terdapat hierarki atau sistem pemeringkatan dimana satu klausa berfungsi sebagai klausa utama atau klausa induk dan klausa lainnya adalah klausa subordinat atau turunan Ini berarti bahwa satu klausa memiliki status atau peringkat yang lebih tinggi dari yang lain dan hubungan antara kedua klausa tersebut tidak Simetris.

Contoh Kalimat : Dia menghilang ketika saya membutuhkannyaa

Dalam kalimat tersebut terdiri dari dua klausa yaitu dia menghilang dan saya membutuhkannya. antara klausa tersebut tidak memiliki kedudukan yang sama statusnya berbeda.

Klausa 1 yaitu Dia menghilang = induk kalimat sedangkan klausa 2 yaitu saya membutuhkannya = anak kalimat

Ketiga kalimat majemuk kompleks/campuran kalimat ini yaitu campuran dari kalimat koordinatif dan kalimat suboordinatif.

Contoh kalimat : Risa membeli cabai ketika ibunya memasak dan kehabisan bahan dapur

Dalam kalimat tersebut terdiri dari tiga klausa, yaitu:

klausa 1 : Nia membeli cabai

klausa 2 : ibunya memasak

klausa 3 : ibunya kehabisan bahan dapur

Dari ketiga klausa tersebut menggunakan dua konjungsi yaitu konjungsi koordinatif dan konjungsi suboordinatif berupa ketika & dan, maka dalam kalimat tersebut dinamakan kalimat majemuk kompleks/campuran.

Jadi bisa dapat kita simpulkan perbedaan dari kalimat tunggal dan majemuk yaitu dilihat dari jumlah klausanya yang mana kalimat tunggal hanya terdiru satu klausa atau pikiran utama, sedangkan kalimat majemuk terdiri dari beberapa klausa yang saling terkait.


Sumber Referensi :

Nina, M. K. Hadist (2022). Sintaksis Bahasa Indonesia: Konsep Dasar dan Struktur Kalimat. Yogyakarta: Deepublish Publisher

Chaer, Abdul. 2014. Linguistik Umum. Jakarta: Rineka Cipta

Chaer, Abdul.2015. Sintaksis bahasa Indonesia ( pendekatan proses ) Jakarta: Rineka Cipta

Aditama. Ramlan, M. 1987. Sintaksis.Yogyakarta: Karyono.

Ramlan, M, dkk. 1990. Bahasa Indonesia yang  Benar dan yang Salah. Yogyakarta:

 

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Cara Membedakan Objek dan Pelengkap pada Kalimat

Kajian Sintaksis: Frasa dalam Pembentuk Kalimat Bahasa Indonesia pada Kehidupan Sehari-Hari

Cara Membedakan Kalimat Majemuk Setara dengan Kalimat Majemuk Bertingkat